Faris

Mengemas tembang lawas dalam format dan aransemen baru, bukanlah sebuah hal gampang dalam menghadirkannya kembali, apa lagi dengan kesuksesan yang sama, bahkan lebih dari itu. Ini pula yang menjadi sebuah tantangan terbesar Fariesz FM dalam single terbarunya “Syair Kehidupan”. Lagu lawas yang popular dimasanya, dibawakan dengan manis oleh Gong 2000, band legendaris yang dimotori oleh Achmad Albar. Fariesz FM menghadirkannya kembali single ini sebagai single perdananya, dengan karakter dan aransemen musik yang berbeda. Tentu ini adalah bertujuan sebagai originalitas karya musik yang menjadi pembeda dengan karya terdahulunya.

Ini adalah kali pertama Fariesz FM merilis single perdananya sebagai solois. Pemuda kelahiran Jakarta 31 Januari 1986, mengaku tantangan terberat ketika membawakan lagu recycle adalah memberinya nyawa yang berbeda, dengan tidak menghilangkan roh lagu yang menjadi kekuatan utama lagu tersebut. Sempat menjadi vocalist dari salah satu group band, dan sempat bergabung dengan NAGASWARA namun akhirnya bubar, tidak lantas membuatnya jera untuk terus mencoba peruntungannya di Industri Musik Tanah Air. Dalam single “Syair Kehidupan” ini, adalah kali kedua dia diberikan kesempatan oleh Big Indie NAGASWARA untuk mengembangkan segala talenta yang dimilikinya.

Dibantu oleh beberapa musisi seperti Hendri Lamiri, Oni “Basejam”, single ini menghadirkan sebuah komposisi yang berbeda dari komposisi aslinya. Konsep lagu yang berubah menjadi tantangan lain yang dihadapi Fariesz FM saat memberi nyawa yang berbeda dalam single ini. Di beberapa bagian single mengalami perubahan, sehingga terdengar lebih fresh. Fariesz FM bernyanyi dengan karakter tersendiri yang jelas memberinya warna berbeda, dari single yang pernah di rilis oleh pendahulunya. Kecermatan dan ketelitian yang extra dalam proses penggarapan single ini, mengharuskannya berkali kali take ulang vokal untuk mendapatkan hasil lebih baik, yang akan dapat diterima oleh pecinta musik saat ini, yang jelas berbeda karakternya ketika single ini cukup di apresiasi pada jamannya.

Meski mengaku ada perbedaan ketika menjadi solois dan vokalist group band , Fariesz FM mengaku keduanya mempunyai tantangan berbeda dan cara tersendiri dalam mengatasinya. “Yang jelas tetaplah kita menjadi diri kita sendiri, dalam cara bernyanyi baik sebagai solois atau vokalist dari sebuah group band”, ungkapnya ketika dimintai komentar. Semoga Fariesz FM dengan segudang pengalaman yang dimilikinya mampu menaklukan persaingan keras dalam jagat Industri Musik ini