Viruz Band

Merupakan band bergenre jazz yang kemudian bermain di pop kreatif. Itulah Viruz, band yang dibentuk pada 7 Juli 2009 oleh Franky (gitar) dan Rico (pianis) dan beberapa temannya di Palembang, Sumatera Selatan. Pada awalnya mereka lebih sering tampil di kafe, sebagai home band. Selain main di kafe, mereka juga aktif mengikuti festival dan kejuaraan musik. Tiga prestasi nasional pernah mereka raih. Antara lain juara 1 Road to Axiz Java Jazz 2010, Juara 2 A Mild Live Wanted dan Juara 1 USG Competition 2010 Indosat/Hai Music.

Dalam perjalanannya, vokalis terdahulu terpaksa keluar. Sebab mendapat kontrak kerja yang tak bisa ditinggalkan. Franky dan Rico tak patah semangat. Tahun 2010, mereka mendapatkan vokalis baru, Evran, mantan vokalis band Tiramizu. Kebetulan mereka dari satu daerah dan mempunyai visi dan misi yang sama, sehingga proses adaptasinya sangat mudah. Meski demikian, dari segi musik memang ada sedikit perubahan. Salah satunya adalah menurunkan tangga nada, dari nada dasar G ke F. “Warna vokalis yang dulu lebih nge-rock, kalau Evran lebih pop. Makanya, ada sedikit perubahan nada dasar,” kata Franky.

Bersama Tiramizu, Evran sempat mengeluarkan dua single. Setelah itu, masing-masing personil sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tiramizu sempat vakum. Saat itulah evran bertemu Franky dan bergabung menjadi vokalis Viruz. “Sebelumnya aku sempat jalanin bareng. Kan Tiramizu ama Viruz satu label juga. Tinggal bagaimana bagi waktu saja. Tapi di kemudian hari akhirnya aku lebih fokus ke Viruz dan sekarang Tiramizu sudah menemukan vokalis baru. Jadi udah nggak masalah lagi,” ujar Evran.

Setelah Evran bergabung, Franky dan Rico lebih serius agar bisa masuk label. Akhirnya, awal tahun 2011 mereka bergabung dengan NAGASWARA dan tetap mengusung musik pop kreatif. “Konsep musik kita lebih kental ke piano. Jadi nuansa pianonya memang lebih kental,” kata Franky.

Single berjudul Salahmu Sendiri menjadi lagu pertama yang dirilis Viruz band. Secara aransemen lagu yang diciptakan oleh Franky ini sangat simple dan masih bertema cinta. “Ceritanya tentang wanita yang mempunyai kekasih. Awalnya hubungan yang terjalin sangat baik dan mesra. Namun suatu saat, si wanita mempunyai kekasih lain dan memilih meninggalkan kekasih lamanya. Namun si wanita malah disakiti. Jadi kekasih lamanya hanya bisa bilang... salahmu sendiri...,” ujar Franky.

Nama Viruz memang dipakai sejak band ini berdiri. Nama tersebut dianggap sangat familiar, mudah diingat dan mudah diucapkan. “Yang terpenting, kita bertujuan untuk menyebarkan viruz ke seluruh masyarakat penikmat musik. Bukan dalam arti negatif loh. Tapi virus yang kita tularkan adalah karya-karya kita. Nah, virus kan bisa menempel dimana-mana, artinya musik kita ini pun bisa dicerna oleh siapa saja,” kata Franky lagi.

Sampai saat ini, Viruz masih enjoy dengan konsep bertiga dan belum terpikir untuk menambah personil.  Tak heran jika perform, mereka harus memakai additional, seperti pada drum dan bass. “Kita nyaman bertiga. Terus meski addtional tapi mereka sudah seperti personil juga. Karena kalau perform, pasti mereka juga yang ikut tampil,” lanjut Franky.

Secara fashion saat perform, Evran, Franky dan Rico tampil simple namun eksklusif. Tidak ada standar khusus, namun mereka mengutamakan kenyamanan. “Kita simple, kayak anak-anak band pop sekarang. Seadanya tetapi nyaman. Seganteng mungkinlah. Tergantung style dan karakter masing-masing,” kata Evran