TrickQ

Dalam mengejar sebuah mimpi tentu harus menempuh jalan yang tidak selalu lurus, begitulah yang dialami tiga personil TrickQ untuk dapat masuk kedalam blantika musik Indonesia.

Sejak tahun 2008 terbentuk, terus mencoba peruntungan, menjalani banyak lika-liku kejadian , dari pergantian nama band, pematangan konsep musik, pengantian personil dan mencoba berbagai macam peluang dari satu label ke label lain sudah mereka tempuh.

Dari awalnya bernama SIJAGO, dan masih ada yang mengisi posisi Gitaris dan Bassist. Sampai akhirnya dibiayai untuk membuat demo pertamanya, dan setelah itu nama SIJAGO disepakati untuk diganti demi sebuah pendewasaan menjadi REWIND. Pergantian nama itu juga diiringi dengan keluarnya Ichan yang saat itu menjadi Gitaris.

Usai demo pertama rampung, perjalanan berikutnya adalah mencari investor dan label yang bisa menjadi “rumah tinggal” . Disinilah mereka bertemu Trian Widjanarko, drummer dari band Vierra yang ternyata memiliki ketertarikan dengan band ini dan berniat untuk menjadikan ini pengalaman pertamanya menjadi seorang produser. Hingga akhirnya pergantian nama terjadi lagi. Karena mempercayai bahwa nama adalah doa, dan nama juga mengandung harapan, sebuah nama yang dipercayai bisa menjadi doa yang baik untuk perjalan band ini akhirnya dipilih, yaitu TrickQ

TrickQ diambil dari dua kata yaitu TRICK dan Q, dimana nama ini mengandung filosofi bahwa ini adalah sebuah band yang penuh persiapan, selalu punya trick untuk bisa diterima karyanya di masyarakat Indonesia. Kemudian ditambahkan dengan huruf Q, yang sering diartikan angka 9 atau angka keberuntungan , angka paling tinggi dari seluruh jajaran angka. Maka jika digabungkan TRICKQ mempunyai arti suatu trick yang membawa keberuntungan.

Kembali disini pergantian personil terjadi, karena Chris yang mengisi posisi bass mengundurkan diri dari TrickQ. Sehingga akhirnya TrickQ saat ini adalah Nazar pada Vocal, Rio pada Drum, dan Agung pada Keyboard.

 Tiga kekuatan yang berasal dari berbagai kalangan yang berbeda, Nazar yang sering menjadi juara festival, Rio yang menjadi session player dari beberapa artis seperti RAN, Vidi Aldiano, dll. Kemudian Agung yang aktif di komunitas jazz di bandung dan juga sering menjadi session player, Karakter suara nazar yang sangat kuat, ciri khas permainan drum rio, dan manisnya dentingan keyboard Agung ternyata mampu membungkus lagu ini menjadi sangat indah.

Mengusung sebuah aliran pop kreatif accoustik yang hadir tidak biasa di setiap lagu-lagunya karena tidak ada suara distorsi dan sangat kuat di akustik dan string, TrickQ percaya bisa menjadi warna baru yang menarik untuk blantika musik Indonesia.

Dibawah bendera Nagaswara, TrickQ memilih lagu berjudul

“Cinta Mati”

ciptaan Trian Widjanarko dan Herry Soepardjo untuk muncul sebagai

single pertamanya

. Lirik dan nada yang sederhana namun sangat menyentuh hati ini mudah-mudahan bisa mencuri hati para penikmat musik di seluruh Indonesia dan menjadi awal yang baik sebelum album keseluruhannya selesai.