Malika

Kembali hadir menyajikan single ke 2 dari koleksi album “Mengagumimu”, di awal tahun 2011 Malika mempersembahkan sebuah karya apiknya dalam single terbaru berjudul “Sampai Mati”. Band asal kota kembang Bandung yang mempercayakan kepada Noey “Java Jive” untuk menjadi produser di albumnya tersebut, menghadirkan konsep yang berbeda dalam single kedua dengan beberapa perubahan, namun masih tetap mempertahankan cirri khas dan benang merah yang menjadi identitas musik Malika. Single "Sampai Mati” adalah sebuah kesinambungan dari rangkuman album yang mempersembahkan dinamisasi harmoni musik karya “Malika” .

Perubahan yang dijalani, tidak semata hanya untuk lebih meraih apresiasi pasar, tapi sebagai bukti keseriusan dan kualitas yang patut diperhitungkan dari karya – karya Malika. Single “Sampai Mati” hadir dalam kemasan pop ringan yang melankolis, terasa sangat berbeda dengan single pertama. “Sampai Mati” mengalun dalam beat pelan yang dikemas dalam ramuan musik cukup ringan, namun tetap menghadirkan sebuah citra ekslusif. “Ini adalah ciri pembeda musik kami dengan yang lainnya, kami mempersembahkan sebuah karya yang ekslusif, namun akan sangat mudah bisa dinikmati oleh semua kalangan”, ungkap Agus sang gitaris ketika berkomentar tentang konsep musik Malika dalam single “Sampai Mati”. Band yang kini digawangi oleh Agus (Gitar), Lendy (Vocal), Mosal (Drum) dan Kemal (Bass), tetap memilih tema – tema cinta dalam beberapa single jagoannya, ini didasari oleh pertimbangan dengan tema tersebut akan dengan mudah bisa diterima dikalangan pecinta musik Tanah Air.  

Single “Sampai Mati” yang kini menjadi andalan Malika untuk lebih mengepakkan sayapnya, bukan tanpa alasan jelas dikeluarkan. Dalam single ini menggambarkan sebuah kesinambungan dari konsep yang di usung dalam rangkuman album perdana mereka, yaitu variasi musik dengan nuansa retro, yang tersaji dalam seluruh lagunya, yang dibangun mulai dari lagu slow hingga up beat. Hal ini juga yang menjadi alasan kuat seorang Noey “Java Jive” memproduseri album ini. “Karena ada rasa yang berbeda ketika kita menikmati lagu demi lagu di album tersebut” tambah Agus melengkapi pendapatnya.

“Bagi kami hal tersulit ketika menyelesaikan single ini, adalah ketika kami harus menemukan sebuah nuansa yang berbeda dari single lainnya, apa lagi di tengah semakin ketatnya persaingan kami harus jeli dan pintar memilih mengeluarkan single”, ungkap Agus menutup pembicaraannya. Semoga dalam kekomplekan Industri Musik Indonesia saat ini, Malika dengan single “Sampai Mati”, membawa angin segar dan lahirnya pionir pionir baru dalam memimpin jagat Industri Musik Indonesia.