Project A

Berbagai masalah internal yang menerpa Project A untuk meretas karier di industri musik bukan menjadi halangan untuk melangkah terus. Meskipun band yang diprakarsai personel Kangen Band ini sempat kehilangan arah karena kasus hukum yang menimpa Andhika, band yang diawaki Jamal Husein (Jamal) pada vokalis, Mohammad Yade Akbar (Yade) pada bass dan Ghozali Rahman (Oza) pada keyboard, justru menemukan semangat baru.

“Memang musibah yang dialami Kak Andhika sangat berpengaruh terhadap perkembangan band kami. Suatu ujian untuk Project A terus berjalan. Saya hanya berharap semua dapat melangkah kembali ke arah yang lebih baik,” ucap Jamal Husein sang vokalis.

Project A bermula dari usaha Jamal untuk merasakan manisnya berkarier di industri musik. Berbagai langkah ditempuh Jamal bersama rekan-rekannya agar dapat menembus label. Berbagai genre musik dilakoni Jamal bersama Project A mulai dari rock cadas hingga pop. Namun Dewi Fortuna belum juga memeluk mereka. Sehingga pemuda kelahiran 2 Mei ini mulai mempelajari langkah apa untuk Project A supaya menembus label.

“Yang saya perhatikan musik Melayu masih menjadi perhatian saat ini di pasar. Oleh karenanya kami sepakat untuk dapat bertemu Kangen Band. Karena menurut kami Kangen Band-lah pondasi musik Melayu modern di industri musik yang tepat untuk meramu langkah kami,” ucap Jamal.

Dengan tekad kuat mereka berhasil menemui Andhika untuk mendengarkan karya-karya Project A. Meskipun harus sekuat tenaga meyakinkan Andhika keseriusan mereka bermusik, akhirnya Andhika berkenan membimbing. “Menurutnya single kami yang berjudul 'Patah Hati' sangat menarik perhatian,” jelas Yade, sang Bassis.

Berkat Andhika jugalah manajemen Kangen Band berkenan mengarahkan Project A untuk menyiapkan langkah mereka di industri musik. “Semua berjalan tidak semudah yang kami pikir untuk mampu menembus label NAGASWARA. Seleksi ketat dilakukan untuk kami mulai dari kemampuan, sikap dan moral. Kami juga menghargai usaha keras Andhika membentuk kemampuan kami dalam bermusik terlepas masalah pribadi yang menimpanya,” jelas Jamal. Setelah berbagai penyaringan kelayakan yang dilakukan pihak manajemen, tahun 2011 ini Project A mulai memperkenalkan single 'Patah Hati' kepada pecinta musik Indonesia. ”Musik yang kami tawarkan adalah single-single yang dibuat seramah-ramahnya hingga berkenan di industri musik juga konsumennya,” kata Oza, sang keyboardis.

Single 'Patah Hati' bercerita tentang seorang anak yang emngadu kepada ibunya tentang putus cinta yang dialaminya, tentang rasa sakit begitu mendalam tetapi dengan bahasa menggelitik. “Genrenya Melayu dengan bimbingan Andhika dalam musik akan terasa kental Melayu modern yang kami inginkan,” ucap Yade. ”Kami berharap karya-karya Project A dengan musik Melayu modern yang kami usung masih bisa memuaskan harapan pecinta musik seluas-luasnya,” imbuh Jamal.