Commando Band

Sekelompok remaja yang terdiri dari Dilla (vokal), Febri (drummer), Iceman, (gitar), Angga (keyboard & vokal) , Asep (gitar) dan Herry (rhytem) mereka berasal kota batik Pekalongan , Jawa Tengah. Karena hobby ke 6 remaja ini tergila-gila dengan musik, mereka pun berjuang untuk bisa menembus dunia rekaman. Alhasil, single Aku di Sini karya Posan Tobing (Winner band) bisa mereka rilis di bawah bendera Nagaswara.

Dengan bermodalkan persahabatan dan kesamaan hobby, pada tanggal 27 Februari 2005 keenam remaja ini pun memproklamirkan nama Commando band sebagai wadah aspirasi hobby mereka di dunia musik. Arti nama Commando itu sendiri menurut personilnya merupakan singkatan dari Comunitas Musik Indonesia.

"Kami lahir dari pensi-pensi dan sejumlah festival band yang ada di sekitar Jawa Tengah sampai Jakarta, kemudian kita juga sering menjadi band pembuka band senior kita seperti Ungu, Samsons, Letto, Ada Band, Andra & Backbone, Radja, Kangen Band dan masih banyak lagi, dari sinilah kita bangkit untuk bisa sejajar dengan mereka," ungkap Angga, keyboard sekaligus vokalis sebelum Dilla.

Perjalanan Commando bisa masuk rekaman di Nagaswara tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lewat wakil sekertaris PAPPRI Jawa Tengah, Dhimas Riyanto, Commando diperkenalkan CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna. Rencananya, Commando akan membawakan single ciptaan Charly ST 12. Namun, lagu yang dijanjikan tak kunjung datang hingga akhirnya mereka disodorkan single Aku di Sini ciptaan Posan Tobing.

"Single Aku di Sini sendiri bercerita tentang seorang yang sudah ditinggal pasangannya, karena si pasangannya sudah mendua. Dia berharap kepada Tuhan untuk diberikan kekasih yang baik. Lirik single ini lebih easy listening dan gampang dihafal," ujar Dilla vokalis Commando.

Commando mengemas single Aku Disini dengan balutan musik pop alternatif. Misi yang dipertahankan anak asli Pekalongan ini adalah khas kota mereka sendiri yaitu batik. Kecintaan Commado band akan  kota Pekalongan akan mereka implikasikan lewat pakaian saat performed menyanyi dengan mengenakan pakaian batik.

"Pakaian batik saat performed nanti kita modifikasi sesuai dengan kita sebagai anak band, hal ini akan menjadi ciri khas Commando yang datang dari kota batik," lanjut Angga yang merasa bangga berasal dari kota batik, Pekalongan, Jawa Tengah.

Harapan para personil band ini, musik yang mereka usung bisa diterima pecinta musik Indonesia. Sebagai pendatang baru di industri musik Indonesia tentu saja Commando akan tampil tak kalah dengan band dari kota lain yang sama-sama berjuang di dunia musik.