Checyl

Sebagai solois pendatang baru di industri rekaman Tanah Air, Checyl terhitung memiliki kelebihan. Selain lama berada di belakang panggung sebagai penyanyi latar Sinbad Band, penyanyi kelahiran 21 Desember 1986 ini, sudah memastikan untuk selalu tampil membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri. Hal tersebut mulai dibuktikan Checyl saat melepas single perdananya yang berjudul “Sumpah Aku Cinta Mati”.

“Ya, single perdana ini sebagai pembuktianku. Aku merasa lebih enak bawain lagu sendiri karena itu aku ambil dari pengalaman pribadi,” kata Checyl.

Selama penggarapan single ini, Checyl mengaku banyak di-support Ony Fathoni sebagai music arangger–nya. Tidak butuh waktu lama, kolaborasi keduanya kemudian melahirkan “Sumpah Aku Cinta Mati” dalam waktu kurang dari seminggu. Single ini terasa mantap saat dilantunkan Checyl dengan karakter vokalnya yang tipis namun berkarakter kuat. Vokal Checyl sendiri, sepintas mengingatkan pada vokal penyanyi Yuni Shara.

Kesukaan Checyl pada dunia tarik suara, diawali sejak dirinya masih kanak-kanak dan menetap di kota Pekanbaru. Merasa Checyl memiliki bakat yang luar biasa, salah seorang tantenya kemudian memaksa Checyl untuk ikut ambil bagian dalam sejumlah kompetisi menyanyi. Di usia 13 tahun, Checyl sudah menyabet juara I lomba nyanyi se-Pekanbaru.

Ketika duduk di bangku SLTA, bersama rekan-rekannya, Checyl membentuk sebuah band beraliran acid jazz bernama Bougenville. Dari sinilah Checyl mengaku bersentuhan dengan dunia musik secara profesional, sebelum akhirnya bergabung dengan Sinbad Band sebagai penyanyi latar.

“Kebetulan album Sinbad Band di tangani Nagaswara. Dari situ aku kenal Pak Rahayu. Iseng aku tawari sample suaraku, ternyata beliau suka. Makanya aku berterimakasih buat Pak Rahayu yang sudah mempercayakan aku untuk masuk dapur rekaman,” ujar Checyl serius.

Meski mengaku persaingan di jalur solois perempuan tidaklah mudah, Checyl tetap yakin dapat menunjukkan kelebihan dia sebagai penyanyi. Dia berharap, penikmat musik Indonesia dapat menerima musiknya dengan baik