Dra Tetty Sugiarti, MM

Musik selalu mendapat tempat di hati Ibu Tetty Agus Suhartono di tengah kesibukkannya sebagai Ketua Umum Dharma Pertiwi dan mendampingi tugas suami sebagai seorang Panglima TNI. Sejak mahasisiwi Ibu Tetty sudah mengharumkan almamaternya dengan musik, yakni melalui grup seni Calung dari Senat Mahasiwa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) .

Dibesarkan dari keluarga tentara, musik bukan hal asing untuk wanita kelahiran Banjarmasin, 17 Desember 1959 ini. ”Meskipun saya dibesarkan di Kalimantan T, Palangkaraya dan musik barang langka di sana, namun ayah saya penggemar Waljinah. Ibu saya juga koleksi piringan hitam musik Melayu, salah satunya Ida Laila. Ayah saya punya gitar dan sering bernyanyi,” ucap Ibu Tetty.

Menikah pada 21 April 1984, sebagai istri tentara apalagi Angkatan Laut, beliau biasa ditinggal suami bertugas. Musik jugalah yang menjadi teman hati saat suami bertugas . ”Salah satu hiburan kami para istri dari suami TNI ya menyalurkan bakat kami di bidang seni. Saya merasa sangat enjoy jika saya bernyanyi. Dengan bernyanyi saya bisa menghilangkan beban pikiran tatkala suami sedang tugas,” kata ibu dari Ramadhani Adhitama dan Bayu Aditya Nugraha ini.
Sebagai seorang isteri personil angkatan laut sudah menjadi keharusan untuk dirinya menerima ditinggal berbulan-bulan bertugas di tengah laut lepas. “Seorang TNI angkatan laut pasti senangnya bernyanyi. Karena hiburan yang ada di tengah laut lepas itu musik dan saling bernyanyi,” tegas Ibu Tetty lagi.
Kesamaan minat Ibu Tetty maupun suaminya Laksamana TNI Agus Suhartono dalam musik membuat pasangan harmonis ini banyak menghabiskan waktu luangnya berdua dengan menyanyi. ”Kalau di rumah waktu libur, bapak sering meminta saya bernyanyi dan bapak mendengarkan. Kita menjadi lebih sering berganti-ganti menghibur dengan bernyanyi,” kata Ibu Tetty.

Ternyata, kualitas suara Ibu Tetty mampu menghipnotis pendengarnya sehingga membuat CEO Nagaswara Rahayu Kertawiguna tertarik untuk mengabadikan suara merdunya dalam bentuk album. ”Saya pertama kali kenal dengan Pak Rahayu saat di Balai Kartini dikenalkan oleh ibu KASAD. Bak gayung bersambut keinginan saya dimudahkan Pak Rahayu,“ lanjutnya.

”Saya tidak pernah memimpikan menjadi seorang penyanyi. Album ini saya dedikasikan dalam rangka HUT Dharma Pertiwi. Saya ingin memberikan kenang-kenangan sehingga bisa mendengarkan suara saya. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk mereka melanjutkan talenta yang mereka miliki. Jangan sampai berhenti semangat untuk mengeluarkan talenta yang kita miliki,” jelasnya.

Selain itu ada pesan “Indahnya Kebersamaan” yang ingin disampaikan Ibu Tetti Agus Suhartono dalam albumnya. “Ada lagu yang saya terjemahkan untuk para istri TNI. Kami harus selalu kompak, harus bersama-sama, harus bersatu karena dengan kebersamaan dan kekompakan itulah dapat membuat suami-suami kami dalam bertugas bisa kompak dan menyatu membela negara. Diawali dari keluarga yang kompak dengan itu bisa memotivasi suami bertugas lebih baik lagi,” ucap Tetty Agus Suhartono.