Venue Band

Terbentuk pada tanggal 5-5-2005 teman satu kampus Bogie (Vokal) dan Emre (Guitar) sepakat untuk membentuk Venue Band .Band yang berangkat dari kesamaan visi dan misi yaitu hobi dan keinginan eksis di pensi sekolah kota Bandung.Pada tahun 2010 Venue mendapatkan kesempatan untuk rekaman di salah satu label. Namun pada tanggal 26 Mei 2013 Venue bergabung dengan Nagaswara dengan single perdana religi “Kuserahkan pada-Mu”.
 
Marbowo Hadi Witjakso (Bogie) Vokal, Muh.Reza Hassanal (emre) Gitar,Muh.Fadli (Telo) Gitar,Sunjo Herdiarto (Joe) Bas, Muh. Robi Fajrin (Robi) drum Menjadi format Venue band bersama Nagaswara.

"Kuserahkan pada-Mu” bercerita tentang seseorang yang sedang terpuruk dalam kehidupan dunia.Namun ia tetap bersabar dan berserah diri walaupun terkadang menemui jalan buntu dalam menempuh kehidupan ini.Dengan keyakinannya yang kuat dia percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan kesulitan diluar kemampuan manusia itu sendiri. Dan kekuatan Tuhan adalah sumber segala hal yang akan menunjukkan jalan terbaik untuk hidup manusia," ujar Robi drummer sekaligus pencipta lagu “Kuserahkan pada-Mu”.

Mencatatkan karya Religinya dalam film layar lebar pernah dilakukan Venue band di tahun 2010.”Tahun 2010 Venue band pernah membuat karya religi yang menjadi original Soundtrack film Mihrab Cinta,” ucap Robi.Seringnya Venue membuat single Religi tidak membuat band asal kota Bandung ini mengkotakkan bandnya sebagai band Religi.

” Kehadiran Venue di industri musik tidak ada rencana menjadi band Religi.Venue bergenre Pop Alternatife. Namun, kami punya keinginan membagi apa yang kami rasakan tentang kehidupan .Dan yang Venue rasakan dalam berserah diri dan mencintai Yang Maha Kuasa. Saat masuk Nagaswara,Kontrak Venue band mendekati bulan suci Ramadhan.sehingga disayangkan jika Venue tidak mengambil moment Ramadhan untuk mengeluarkan single Religi ,"kilah Robi.

Dengan mengusung Genre Pop, “Kuserahkan pada-Mu “ dikemas berbeda dengan single religi yang ramai menjelang dan saat bulan Ramadhan.Dengan Lirik lebih Universal dan musik yang lebih menyentuh melalui sayatan biola Hendri Lamiri . Membuat “Kuserahkan pada-Mu” terasa lembut dan dewasa menyentuh relung hati pendengarnya.