Rani

Meski bukan keturunan Tionghoa, namun putri pasangan Pepen Supandi dan Ratna Sripuji ini lancar berbahasa mandarin. Maklum ayahnya adalah perwira tinggi di jajaran kemiliteran Indonesia yang pernah ditugaskan di Taipei, Taiwan. Itu sebabnya Rani sempat mengenyam Sekolah Dasar di Taiwan, menguasai bahasa Mandarin.

 
Rani mulai terkenal berkat duetnya dengan Sarwana dalam "Setangkai Angrek Bulan". Setelah belasan tahun malang melintang di belantika musik Indonesia, Rani akhirnya mengeluarkan album mandarin pertamanya bertajuk Teratai (2007). Album ini berisi 10 lagu bertemakan cinta. Lirik dan musik yang disodorkan berkesan sederhana, santai, relaks, kreatif dan inovatif. Dari 10 lagu, 7 di antaranya murni ciptaan Rani sendiri, sedangkan 2 lagu lainnya adaptasi dari lagu dangdut "Rindu Berat" milik Camelia Malik dan "Jangan Tunggu Lama Lagi" milik Cici Paramida. Kedua lagu tersebut diterjemahkan dalam bahasa Mandarin.[1]
 
Rani menikah dengan pesulap Adri Manan. Awalnya hubungan mereka tidak direstui orang tua Rani hingga mereka memutuskan untuk kawin lari pada tanggal 17 Mei 2001. Pernikahan ini akhirnya dilegalkan pada tanggal 27 Agustus 2001 di KUA Citeureup, Kabupaten Bogor. Pernikahan resmi ini pun belum mendapat restu dari orang tua Rani. Baru setelah putra pertama mereka lahir, Topaz Malino (lahir 4 Maret 2002) hati orang tua Rani luluh.[2] Selain TopaS Malino, mereka pun mendapat dua orang anak lagi, yaitu Kristal Kayana Dewi dan Giwang Kayana Dinar.
 
Rani yang juga dikenal dengan Cece Rani merupakan Enterpreneur yang telah berhasil mensosialisasikan peluang bisnis online untuk kalangan ibu rumah tangga. Rani merupakan ikon dan ambassador dari sebuah produk kecantikan yang telah berhasil dibesarkan olehnya yaitu Amoorea. Dengan keahliannya dalam bidang marketing online, Rani bersama membesarkan nama PT Gema Energi Total yang merupakan distributor tunggal produk Amoorea di Indonesia. Produk ini menjadikan Rani rutin sebagai pembicara dunia kecantikan , kesehatan kulit dan juga peluang bisnis.