Datuk Band

Datuk Band yang berdiri pada tahun 2012, kini bergabung dengan NAGASWARA dan tampil dengan formasi baru beranggotakan 3 (tiga) orang personil; Datuk Ravon pada vokal, Datuk Mike pada drum, dan Datuk Ronald pada gitar. Mereka bertiga sepakat untuk tetap mengusung genre “Modern Pop Melayu” dalam melepas karya-karyanya.

Sebelumnya, Datuk Band sempat meramaikan blantika musik Indonesia dengan mengeluarkan single “Jangan Marah Marah” (JMM) disebuah label, dan label tersebut kini sudah tutup. Sehingga single “Jangan Marah Marah”, kembali diproduksi ulang oleh NAGASWARA. Namun hampir tidak ada perubahan untuk arransemen musiknya, tetapi hanya proses mixingnya saja yang sedikit berbeda, disesuaikan dengan karakter NAGASWARA.
 
Lagu “Jangan Marah Marah” bercerita tentang sepasang kekasih yang salah satunya adalah The hits Maker (yang harus bisa tersenyum dan berbaik hati dengan siapapun) karena terkait profesinya sebagai seorang artis terkenal. Tetapi satu hal tentang cinta sejati, hanya ada untuk kekasihnya seorang.
 
Nama Datuk Band adalah sebuah nama gelar yang diberikan oleh pemimpin/raja dirumpun Melayu atas sebuah hasil karya nyatase seorang yang cukup memberikan pengaruh dan perubahan positif kepada orang banyak.
Dalam segi bermusik, Datuk Band banyak dipengaruhi dari grup band luar seperti Muse, Scorvion, Bon Jovi, dan grup band dalam negeri; Slank dan Koes plus.
 
Semoga hadirnya kembalinya Datuk Band ke industri musik tanah air, semakin menambah segar dan diterima dihati para penikmat musik dan tentunya dapat mengobati kerinduan seluruh ”Keluarga Datuk“ diseluruh Indonesia.