Erie Suzan

Hampir tujuh tahun namanya tidak terdengar, bukan berarti nama Erie Suzan tenggelam. Kendati memang, selama tujuh tahun itu ia sempat tidak bergairah dalam industri rekaman, namun kemudian seorang sahabat memberinya support 100% agar ia tetap berkarya. Dan apakah karyanya ini sekarang hanya berorientasi ke materi atau lebih mengarah ke idealisme semata?

Lantas, kenapa tiba-tiba Erie Suzan bangkit kembali gairahnya dalam berkarya? Berawal karena adanya sebuah program Deduta di TPI (Sekarang Mnc, red) bertujuan untuk mengajak para seniman dangdut untuk tetap eksis dalam berkarya.

Di tengah perjalanan program tersebut disambut baik oleh beberapa kalangan. Menurut Erie, ini adalah kesempatan bagus. Dan sayang apabila tidak diabadikan dalam sebuah album. Maka, bersama para diva dangdut seperti Kristina, Evie Tamala, Ine Cintya, Iis Dahlia, dan sebagainya, mereka nekad menemui Bapak Rahayu dari Nagaswara.

Dan pada 24 Oktober 2010 yang lalu, Erie Suzan dibantu sutradara Virlan dari Hypnotic Production merampungkan syuting video klip (VK) berjudul “Tak bisa Menunggu” ciptaan Adibal Syahrul. Video ini bersetting di sebuah depo kereta api, dengan konsep dua kubu gangster yang dilatari beberapa dancer.

Lagu Tak Bisa Menunggu yang bergenre rock dangdut dan berjiwa R&B ini sebenarnya salah satu hits andalan dalam album Deduta. Karena diantara single-single lain masih banyak konsep duet atau trio. Seperti Trio Mawar (Iis Dahlia, Evi Tamala, Ine Cintya), Trio Jingga (Keristina, Cici Paramida, ikke Nurjana), dan Trio 3 Kembang. Mereka masih satu-kesatuan di dalam album Deduta itu sendiri. 

Yang pasti, dalam album ini penikmat dangdut tidak akan merasa garing atau bosan dibuatnya. Bahkan, boleh dibilang, tidak seperti mendengar lagu dangdut yang penuh hentakan kendang dan sebagainya. Melainkan, telinga kita akan diajak mendengarkan sebuah adonan musik yang penuh dengan nilai-nilai estetika. Diantaranya, lagu bang haji Rhoma Irama yang berjudul “Hello” dinyanyikan bareng oleh para diva dangdut, sehingga menjadi sayatan-sayatan arransemen baru yang cukup nyangkut di telinga.