LUP

Musik Pop Yang Membuka Mata  Hati

Ditengah riuhnya eksistensi band-band yang memadati khazanah musik pop Indonesia belakangan ini, menyeruak sebuah band baru yang memiliki sikap jelas. Tidak secara tiba-tiba. Bukan pula menempuh  jalan pintas apalagi memunculkan diri secara instan. Mereka betul-betul menapak titian bermusik setahap demi setahap hingga menjelma menjadi maturitas yang kokoh.

Menyematkan  kata LUP sebagai  jati diri, tak hanya sebuah kata tak bermakna, melainkan sebuah makna filosofi yang setidaknya menjadi kerangka falsafah mereka memainkan musik.

Secara harafiah LUP berarti kaca pembesar. ”Dimana mata kami dapat terbuka dan melihat beberapa hal, seperti rasa cinta yang bisa menjadi inspirasi  kami dalm berkarya, perjalanan yang akan kami tempuh dan cita-cita kami yang dapat terwujud kelak”

LUP memulai kebersamaan dalam bermain musik sejak tahun 2006. Mereka dipersatukan oleh sebuah ajang pencari bakat bermusik ternama yang diberi nama Dream Band, hasil gagasan cemerlang majalah remaja Hai. LUP berhasil menjadi finalis dalam Dream Band # 3 dan lagu karya Idhiel bertajuk “Aku Nafasmu” masuk dalam album kompilasi bertajuk “DB3 Dream Band ” yang diproduksi Haimusic Record.

Di akhir tahun 2010, akhirnya LUP ikut bergabung dibawah naungan Nagaswara, label yang selama ini dikenal karena membesarkan KerisPatih hingga Wali di pelataran musik pop Indonesia.

Album bertajuk “Yang Terbaik”  ini memang membuktikan bahwa  LUP memang ingin mengetengahkan karya-karya yang terbaik. LUP tampak serius ingin menyajikan musik pop yang tidak digarap secara asal-asalan. Keseriusan ini terbukti dengan upaya LUP menggamit beberapa sosok penting dalam khazanah musik pop Indonesia untuk ikut terlibat mendandani album mereka. Noey dari Java Jive  dan Eross Chandra dari Sheila On7 didapuk menjadi music director.

Single perdana LUP bertajuk “Karena Cinta” memang memiliki jelujur karakter musik pop yang kuat dengan tema lirik yang tampaknya selalu diminati penikmat musik pop.

Simak liriknya yang massive :

Kini cinta ini telah mati

Mati rasa mungkin aku padamu

Pada cinta yang pernah menyatukan kita
 
LUP tampaknya siap mengisi khazanah musik pop melalui album debutnya yang dirilis Nagaswara. Lagu lagu seperti “Karena Cinta”, “Terserah Mau Bilang Apa”, ”Terikat Cinta”, ”Terbang Jauh” hingga “Yang Terbaik ” merupakan karya beratmosfer pop yang siap lekat dalam benak penikmat musik pop.

Lalu siapakah LUP ? Mereka adalah tiga pemusik yang berasal dari Makassar.

Rengga yang bernama lengkap Adi Rengga Mahesa Suharli adalah vokalis yang dilahirkan 6 Agustus 1984. Menyukai Duncan Sheik, Lifehouse dan Queen. Dia juga menyukai rock, pop, jazz dan R&B.

Idhiel FR yang lahir 20 Juni 1985 dengan nama Idhiel Fitriawan adalah bassist sekaligus komposer lagu-lagu LUP. Menyukai musik pop dan rock serta menggagumi Hoobastank, L’ar En C’il, The Script dan Muse.

Dudy Utama Putra Agung yang dilahirkan 7 Oktober 1985 adalah gitaris yang cenderung menyukai musik bergenre progresif seperti Dream Theater dan Muse.Gitaris seperti Paul Gilbert, John Petrucci dan Yngwie J Malmsteen merupakan gitaris yang menjadi inspirasinya dalam bermain gitar.

Dan LUP siap membuka MATA HATI  kita dengan karya-karyanya yang bernas.