13/07/2017 10:05 AM
share on :  
Musik dan Kampanye

Tak dapat dipungkiri, musik telah menjadi bagian penting dari sebuah kampanye politik. Di Indonesia, partai politik sering memanfaatkan para penyanyi atau musisi untuk ikut mengkampanyekan jagoannya dalam pemilihan kepala daerah, legislatif hingga tingkat presiden. Sejumlah artis Nagaswara, juga ikut ambil bagian memberikan dukungannya kepada Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 yang lalu. 

Kenapa saya dan artis-artis Nagaswara ikut terjun langsung ke gelanggang politik pada waktu itu? Kami tidak bermaksud, melakukan politik praktis. Namun, sebagai warga negara, kami juga berhak menentukan pilihan/ dukungan  politik saat itu. Terus terang, saya dan rekan-rekan artis Nagaswara, demikian halnya dengan gelombang besar musisi lainnya, sangat menaruh harapan kepada Pak Jokowi. Harapan kami, beliau dapat memberikan perubahan terhadap industri musik kita yang “tidak asyik” ini.
 
Dalam masa-masa kampanye di akhir Mei 2014, Jokowi menyempatkan diri datang ke kantor Nagaswara di Jalan Johar 4U, Jakarta Pusat. Bersama artis-artis Nagaswara seperti Delon, Fitri Carlina, T2, Zivilia, Hello band, dan lain-lain, Jokowi sempat ikut pengambilan gambar untuk pembuatan video klip lagu “Cari Presiden” (diubah dari lagu Wali, “Cari Jodoh”). Dengan bangga kami serahkan sebuah piagam bernama “Piagam Johar 4U” yang berisi 4 poin penting terkait persoalan di industri musik yang tengah kami hadapi. Jokowi kami nobatkan sebagai “Presiden Anti Pembajakan”.
 
Harus saya akui, banyak yang mempertanyakan pilihan saya berada pada salah satu kubu kandidat presiden saat itu. Saya katakan, bahwa saya tidak punya maksud lain selain menaruh harapan akan hadirnya seorang presiden yang memperhatikan nasib para musisi. Lain tidak! Bagi saya, musik adalah suara kejujuran. Ia akan mengalir di mana kejujuran dan keikhlasan berakar. Banyak orang menyebut politik jahat, politik adalah seni memanfaatkan, seni menunggangi. Namun bagi saya, pada suatu momen, musik dan politik dapat berjalan senada dan seirama. 
 
Tidak hanya di Indonesia, di negara-negara lain, para musisi juga memberikan dukungan politiknya kepada kandidat pemimpin yang dianggap pantas memimpin. Saat Barack Obama berkampanye untuk Pilpres Amerika tahun 2008, musisi-musisi seperti Jay Z, Beyonce, Don Hanley, Barbra Streisand  sampai Will Smith, bahkan rela merogoh koceknya untuk menyumbang biaya kampanye Obama. Namun tidak sedikit pula musisi yang memilih netral.
 
Terbukti, musik dan politik mempunya ikatan erat. Musik dapat mengumpulkan massa dalam jumlah yang banyak tanpa membedakan golongan. Sama halnya dengan politik, pun dapat mempesona para pemilihnya. Sepatutnya, musik dan politik mampu memberikan kebaikan kepada umat manusia. 
 
 
Salam Kekinian,
 
 
 
 
RK
 
Kirim Komentar
Nama Email   
Komentar   
 
CAPTCHA Image Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar disamping
   
Komentar
Tidak ada Komentar

Kolaborasi pedangdut Ayu Ting Ting dan grup band Wali dalam Semarak Pesta Ulang Tahun Global TV ke-10 yang disiarkan live dari studio 8 RCTI,Kebon Jeruk Jakarta Barat, Senin (8/10) membuat suasana makin meriah. Mereka melantunkan Aku Bukan Bang Thoyib dan Cari Jodoh, penampilan mereka memukau karena memadukan dua aliran musik berbeda itu.

viewed :101351

Tak sia-sia Siti Badriah bangun di pagi dini hari. Karena setelah menggoyang Hitzteria dengan penun semangat dan di tengah rasa kantuknya, ia pun merasa puas. Apalagi setelah itu, sekelompok penggemarnya, sudah berjubal-jubal antri untuk sekadar berfoto bersama pelantun tembang Berondong Tua itu.

viewed :66317

Prestasi penyanyi “Dewi Marpaung atau akrab disapa Dewi Marfa” dalam dunia tarik suara sudah tidak diragukan lagi .Kariernya sebagai penyanyi dilalui dari berbagai festival dengan hasil kalungan juara event nasional maupun Internasional.Dengan semangat Dewi menceritakan keinginannya untuk bersaing dalam ajang The X Factor 2012 kompetisi musik televisi Amerika untuk menemukan bakat menyanyi baru.

viewed :39956

Penyanyi Malaysia Baby Shima akhirnya merasakan bagaimana dangdut menjadi musik yang dicintai masyarakat Indonesia . Melalui ajang Dangdut Academy Asia 3 (DA 3) di Indosiar pelantun " Makan Hati" ini mengaku terpukau dengan proses ajang DA 3. 

viewed :39092

Gina Youbi leader 2 Racun mengaku letih untuk kawin lagi dan cerai lagi hal yang sudah 3 kali dialami grupnya.” Setelah Natha,Janet sekarang bersama Devay akan menjadi pasangan sehidup semati bersama 2Racun jika tuhan mengijinkan. Saya sudah lelah jika seperti membina rumah tangga harus cerai lagi dan kawin lagi.Devay adalah pasangan yang seharusnya dari dulu terjalin bersama saya di 2Racun, “ujar Gina Youbi memperkenalkan pasangan duonya di 2 Racun.

viewed :34182

Duet bareng Faank dan Fabrizio adalah bukan pemandangan langka. Meski sudah sering duet bareng, kali ini duet Faank dan Fabrizio menjadi duet yang istimewa. Pasalnya, duet Fabrizio dan Faank bertepatan dengan ulang tahun Wali band yang ke 12. Keduanya terlihat kompak membawakan single Aku Bukan Bang Toyib versi Indonesia di saat pembukaan acara Happy Birthday Wali yang disiarkan secara langsung di SCTV.

viewed :31913