13/07/2011 01:30 PM
share on :  
Syuting Video Klip Wali Band Religi

Syuting Video Klip Wali Band single 'Batasa' di puncak Kampung Pabuaran Kecamatan Citeureup Bogor, berlangsung meriah. Suasana asri perkampungan yang agamis, membuat kehadiran personel Wali disambut hangat oleh warga setempat. Mereka nyaris tak percaya Wali yang biasa hanya terlihat di layar televisi pada hari Senin tanggal 11 Juli 2011, hadir langsung di kampung halaman mereka.

Otomatis, rumah pak Nur yang menjadi ruang ganti dan make up dadakan, dikerumuni warga. Dari yang muda hingga dewasa, semuanya berkumpul demi menyaksikan para personel Wali secara dekat. Beberapa anak baru gede, juga menyempatkan diri untuk mengabadikan moment yang terjadi sekali seumur hidup mereka itu.

"Pas kami tiba di lokasi, sepertinya syuting hari ini sesuai harapan, karena saya membayangkannya adalah anak kampung yang meminta ijin ke orang tuanya untuk belajar mengaji, sedangkan kenyataan seperti itu, sudah tidak pernah terjadi pada anak-anak yang tinggal di kota besar," papar Apoy.

Lokasi pedesaan yang berada di pegunungan Citeureup, membuat personel Wali beberapa kali tersesat. Seperti Apoy terpaksa melewati tebing curam, dan menyusuri jalanan terjal berliku. Apoy yang baru saja pulang dari Bandung karena mengisi acara launching T2, kurang konsentrasi saat mencari lokasi. "Maka, ane serahkan kepada sesama driver untuk bertanya-tanya lokasinya dimana," ujar Apoy.

Sebagai penulis syair lagu Batasa, Apoy merasa hanya menyampaikan pesan biasa. Yakni bagaimana cara mengaji bersama-sama. Kalau hanya sekedar membaca huruf arab, TK sudah bisa. Hanya saja, di sini tidak hanya tentang seorang anak mengaji hijaiah, tetapi lebih kepada makna di balik itu seperti apa.

Untung saja, lokasi yang diilih oleh ulet bulu, sesuai dengan gambaran yang ada di dalam syair lagu 'Abatasa' ini. Sehingga konsep yang diharapkan pun tercapai. Dimana setting pedesaan yang sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan tetap tergambarkan dengan cukup jelas.

"Pas kami tiba di lokasi, sepertinya syuting hari ini sesuai harapan, karena saya membayangkannya adalah anak kampung yang meminta ijin ke orang tuanya untuk belajar mengaji, sedangkan budaya seperti itu, sudah tidak pernah terjadi pada anak-anak yang tinggal di kota besar," papar Apoy.

Sedangkan budaya seperti itu, sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang sangat memalukan. Dan seharusnya, budaya mengaji itu jangan sampai hilang. Karena menurut Apoy, mengaji adalah kunci keselamatan hidup di dunia maupun di akherat nanti.

Karena itulah, single religius ini sangat bagus untuk mendorong semangat kepada anak-anak untuk belajar mengaji dan beribadah. Apalagi disaat bulan puasa tiba, single Abatasa sangat cocok didengarkan siapa saja. Sementara bagi orang dewasa, mengaji tidak hanya diartikan secara harafiah semata. Tetapi, lebih bermakna mengkaji diri. Bahwa diri ini sudah benar atau belum di mata agama, moral, dan masyarakat. "Apakah kita benar-benar tulus dan ikhlas berkarya kepada masyarakat atau ada maunya? Dari situlah kesempatan kita untuk mengkaji diri sendiri," kata apoy menerangkan.

Mengaji atau mengkaji, intinya bagaimana berbuat baik sama teman dan tidak berbuat jahat terhadap sesama.

Bahkan walaupun baru seharian mendengarkan lagu ini, anak-anak kampung setempat yang membantu menjadi ektras, sudah hafal dengan lagu Abatasa beserta liriknya.

Semua itu karena single tersebut cukup sederhana dan nyaman didengar di telinga. Malah ketika personel Wali datang ke saung di pinggir pematang sawah, anak-anak itu menyambut Fa'ank dan kawan-kawan dengan nyanyian lagu Abatasa tanpa dikomando.  

Tentu saja, adegan spontanitas itu membuat empat personel Wali terharu. Bahkan Fa'ank mengaku dirinya teringat ke masa lalu dimana ia waktu masih kecil suka bermain sarung dengan teman-temannya ketika break mengaji. "Aku dulu suka melilitkan sarung di muka dan bermain ninja-ninjaan. Maklumlah namanya anak-anak kecil suka berisik dikala mengaji," ungkap Fa'ank.


Fa'ank juga belajar berteman dan mengenal persahabatan dari lingkup tersebut. Sehingga, mengaji selain menjadi wadah mengenal akidah, juga menjadi ruang sosial dan belajar bermasyarakat. Maka, tidak salah jika mulai dari dini orangtua memperkenalkan anaknya ke TPA, atau mushollah untuk belajar mengaji.  www.nagaswaramusic.com/ Kim Sadewa

 
Foto Terkait :
Kirim Komentar
Nama Email   
Komentar   
 
CAPTCHA Image Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar disamping
   
Komentar
Tidak ada Komentar

Kolaborasi pedangdut Ayu Ting Ting dan grup band Wali dalam Semarak Pesta Ulang Tahun Global TV ke-10 yang disiarkan live dari studio 8 RCTI,Kebon Jeruk Jakarta Barat, Senin (8/10) membuat suasana makin meriah. Mereka melantunkan Aku Bukan Bang Thoyib dan Cari Jodoh, penampilan mereka memukau karena memadukan dua aliran musik berbeda itu.

viewed :101078

Tak sia-sia Siti Badriah bangun di pagi dini hari. Karena setelah menggoyang Hitzteria dengan penun semangat dan di tengah rasa kantuknya, ia pun merasa puas. Apalagi setelah itu, sekelompok penggemarnya, sudah berjubal-jubal antri untuk sekadar berfoto bersama pelantun tembang Berondong Tua itu.

viewed :65869

Prestasi penyanyi “Dewi Marpaung atau akrab disapa Dewi Marfa” dalam dunia tarik suara sudah tidak diragukan lagi .Kariernya sebagai penyanyi dilalui dari berbagai festival dengan hasil kalungan juara event nasional maupun Internasional.Dengan semangat Dewi menceritakan keinginannya untuk bersaing dalam ajang The X Factor 2012 kompetisi musik televisi Amerika untuk menemukan bakat menyanyi baru.

viewed :39630

Gina Youbi leader 2 Racun mengaku letih untuk kawin lagi dan cerai lagi hal yang sudah 3 kali dialami grupnya.” Setelah Natha,Janet sekarang bersama Devay akan menjadi pasangan sehidup semati bersama 2Racun jika tuhan mengijinkan. Saya sudah lelah jika seperti membina rumah tangga harus cerai lagi dan kawin lagi.Devay adalah pasangan yang seharusnya dari dulu terjalin bersama saya di 2Racun, “ujar Gina Youbi memperkenalkan pasangan duonya di 2 Racun.

viewed :33704

Duet bareng Faank dan Fabrizio adalah bukan pemandangan langka. Meski sudah sering duet bareng, kali ini duet Faank dan Fabrizio menjadi duet yang istimewa. Pasalnya, duet Fabrizio dan Faank bertepatan dengan ulang tahun Wali band yang ke 12. Keduanya terlihat kompak membawakan single Aku Bukan Bang Toyib versi Indonesia di saat pembukaan acara Happy Birthday Wali yang disiarkan secara langsung di SCTV.

viewed :31694

Single pertama “Audisi”, Endank Soekamti sukses mendatangkan ratusan Kamtis Family (sebutan fans Endank Soekamti) dari berbagai daerah sebagai figuran di video klip.

viewed :24832